Aku begitu tersanjung waktu pergi ke Makassar dalam rangka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Alumni Diklat P4TK Matematika pada tanggal 6-10 November 2007. Hampir di setiap jalan banyak terpampang namaku. Malah gedung termewah di Makassar diberi nama sesuai namaku. Aku sempat berfoto di bawah tulisan yang memujiku yang ada dipinggir jalan. Mau lihat fotonya.

Sampai terkenalnya aku sampai-sampai penjual bakso di pinggir jalanpun memakai namaku.

Aku di sana sempat ziarah di makam Pangeran Diponegoro dan melihat ruangan tempat Beliau ditahan di Benteng Rotterdam.
Thank you Pak Lukman atas foto-fotonya.
DIarsipkan di bawah: Personal | Ditandai: fajar, makassar, Pangeran Diponegoro
Ada satu lagi pak …. kereta api FAJAR utama … lebih tersanjung kan ??
)
Cuma sayangnya di Sulawesi nggak ada kereta api.
kapan pemilihan wajah fajar lagi?
Pangeran Diponegoro meninggal tidak!!!