<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Stasiun Kereta api pertama</title>
	<atom:link href="http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/</link>
	<description>Just "Goblog" information</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Oct 2009 03:31:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: eko budi saksono</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-167</link>
		<dc:creator>eko budi saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 06:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-167</guid>
		<description>Sekilas yang saya ingat tentang stasiun kemijen Karena dulu waktu saya SD sering main di stasiun ini.

Stasiun ini punya semacam bangunan yang di sangga besi di mana diatasnya ada banyak handle yang berguna untuk menarik kawat memindahkan posisi rel kereta.untuk masuk ke bangunan ini ada tangga yang terbuat dari kayu dengan landasan juga dari besi.Disamping bangunan ini ada gedung yang berfungsi untuk kantor pegawai langsir dari depo minyak pertamina.Dulu ada banyak bekas gerbong penumpang tua yang sudah rusak parah..sebagian di huni para gelandangan.Stasiun ini terakhir menjadi stasiun penumpang untuk tujuan semarang - purwodadi via demak.Sekarang stasiun ini sudah tidak ada bekasnya sama sekali bahkan stasiun semarang gudang juga sudah hilang,jalur rel sudah banyak yang di copoti termasuk jalur rel pengambilan minyak dari depo pertamina dan ke depo kereta semarang.hiks.. cuma bisa mengenang aja...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekilas yang saya ingat tentang stasiun kemijen Karena dulu waktu saya SD sering main di stasiun ini.</p>
<p>Stasiun ini punya semacam bangunan yang di sangga besi di mana diatasnya ada banyak handle yang berguna untuk menarik kawat memindahkan posisi rel kereta.untuk masuk ke bangunan ini ada tangga yang terbuat dari kayu dengan landasan juga dari besi.Disamping bangunan ini ada gedung yang berfungsi untuk kantor pegawai langsir dari depo minyak pertamina.Dulu ada banyak bekas gerbong penumpang tua yang sudah rusak parah..sebagian di huni para gelandangan.Stasiun ini terakhir menjadi stasiun penumpang untuk tujuan semarang &#8211; purwodadi via demak.Sekarang stasiun ini sudah tidak ada bekasnya sama sekali bahkan stasiun semarang gudang juga sudah hilang,jalur rel sudah banyak yang di copoti termasuk jalur rel pengambilan minyak dari depo pertamina dan ke depo kereta semarang.hiks.. cuma bisa mengenang aja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ninik</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-112</link>
		<dc:creator>ninik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 09:47:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-112</guid>
		<description>menurut sejarah perkeretaapian yang resmi dianut oleh kerajaan PT KAI, stasiun pertama ya tanggung. Jurusan Tanggung - semarang. Tapi yang dibangun pertama sih tanggung. Nah, tanggung itu, 1 km dari desaku yang namanya sugihmanik, 40 km dari purwodadi grobogan. Kebetulan saya dulu di konsultan transportasi yang sering meneliti perkeretaapian. Kalo orang PT KAI nanya kampung halamanku dan dijawab tanggung, mereka pasti bilang, itu stasiun kereta api pertama.
Masalah anak ITB sih, mereka sih tetap hebat. Bukan karena saya salah satu alumni situ lho, karena kenyataannya emang gitu. Kalo masalah semuanya mangkrak, tanya saja sama pengambil kebijakan di negeri tercinta ini. Dan kenapa perkeretaapian ekonomi begitu kembang kempis, tanya juga pada masyarakat kita, jika gerbong kapasitas 64 penumpang terisi 100 orang lebih, kira-kira berapa orang yang bayar tiket? Kok bisa begitu? Tanya aja sama pak kondekturnya. Kalo pemerintah tidak berpihak, tanya aja sama rumput yang bergoyang.......
Jadi, jangan cuman salahin anak ITB dung, kasihan amat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut sejarah perkeretaapian yang resmi dianut oleh kerajaan PT KAI, stasiun pertama ya tanggung. Jurusan Tanggung &#8211; semarang. Tapi yang dibangun pertama sih tanggung. Nah, tanggung itu, 1 km dari desaku yang namanya sugihmanik, 40 km dari purwodadi grobogan. Kebetulan saya dulu di konsultan transportasi yang sering meneliti perkeretaapian. Kalo orang PT KAI nanya kampung halamanku dan dijawab tanggung, mereka pasti bilang, itu stasiun kereta api pertama.<br />
Masalah anak ITB sih, mereka sih tetap hebat. Bukan karena saya salah satu alumni situ lho, karena kenyataannya emang gitu. Kalo masalah semuanya mangkrak, tanya saja sama pengambil kebijakan di negeri tercinta ini. Dan kenapa perkeretaapian ekonomi begitu kembang kempis, tanya juga pada masyarakat kita, jika gerbong kapasitas 64 penumpang terisi 100 orang lebih, kira-kira berapa orang yang bayar tiket? Kok bisa begitu? Tanya aja sama pak kondekturnya. Kalo pemerintah tidak berpihak, tanya aja sama rumput yang bergoyang&#8230;&#8230;.<br />
Jadi, jangan cuman salahin anak ITB dung, kasihan amat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nino</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-110</link>
		<dc:creator>nino</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 03:47:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-110</guid>
		<description>terus bagaimana dengan info yang menyebutkan kalo pemberangkatan KA pertama di Indonesia dari semarang menuju tanggung lewat alas tuwa-brumbung?


tu `kan bagian dari jalur semarang- yogyakarta/solo sedangkan stasiun kemijen berada di jalur semarang-demak...

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;kalau dulu khan relnya yang dari semarang masih satu. Cuma perlu di identifikasi rel mana yang paling awal.
tapi kalau lihat relnya yang sekarang tersisa. Kalau stasiun kemijen dulu adalah semarang gudang yang sekarang maka rel itu adalah rel yang ke jurusan Surabaya atau Solo. Berpisahnya di stasiun Brumbung.  Tetapi kalau stasiun yang pertama adalah stasiun kecil yang saya sebut dengan bangunan kecil di sebelah utara pertamina, maka dari stasiun ini dapat bercabang ke rel yang ke demak maupun yang ke solo/surabaya. Rel inilah yang masih dipakai oleh sepur tangki pertamina yang membawa minyak ke stasiun tawang. Sekarang aku juga nggak tahu apa sepur tangki pertamina masih berfungsi. Lihat &lt;a href=&quot;http://maps.google.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;google map&lt;/a&gt; untuk jelasnya dan search &quot;purnasari raya&quot;&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terus bagaimana dengan info yang menyebutkan kalo pemberangkatan KA pertama di Indonesia dari semarang menuju tanggung lewat alas tuwa-brumbung?</p>
<p>tu `kan bagian dari jalur semarang- yogyakarta/solo sedangkan stasiun kemijen berada di jalur semarang-demak&#8230;</p>
<blockquote><p><em>kalau dulu khan relnya yang dari semarang masih satu. Cuma perlu di identifikasi rel mana yang paling awal.<br />
tapi kalau lihat relnya yang sekarang tersisa. Kalau stasiun kemijen dulu adalah semarang gudang yang sekarang maka rel itu adalah rel yang ke jurusan Surabaya atau Solo. Berpisahnya di stasiun Brumbung.  Tetapi kalau stasiun yang pertama adalah stasiun kecil yang saya sebut dengan bangunan kecil di sebelah utara pertamina, maka dari stasiun ini dapat bercabang ke rel yang ke demak maupun yang ke solo/surabaya. Rel inilah yang masih dipakai oleh sepur tangki pertamina yang membawa minyak ke stasiun tawang. Sekarang aku juga nggak tahu apa sepur tangki pertamina masih berfungsi. Lihat <a href="http://maps.google.com/" rel="nofollow">google map</a> untuk jelasnya dan search &#8220;purnasari raya&#8221;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sukidi</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-90</link>
		<dc:creator>Sukidi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 07:43:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-90</guid>
		<description>Kemijen itu letaknya memang dekat dengan Semarang Gudang namun agak ke Selatan. Kemijen itu memang arah rel dari Tawang menuju ke Demak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemijen itu letaknya memang dekat dengan Semarang Gudang namun agak ke Selatan. Kemijen itu memang arah rel dari Tawang menuju ke Demak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: purbo b hadinoto</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-72</link>
		<dc:creator>purbo b hadinoto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 17:29:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-72</guid>
		<description>Membaca laporan diatas, saya semakin yakin bahwa bangsa kita,bangsa Indonesia ini sama sekali tidak mampu secara teknis untuk memperbaiki infra struktur teknis kereta api.

Di Belanda tidak akan mungkin, stasiun KA tenggelam permanen di rawa2. Mereka bisa secara teknis mengeringkan rawa2. Mereka bahkan membangun gedung2 diatas rawa2 yang sudah dikeringkan dengan membangun kanal2 dan parit2...Diatas bekas rawa tumbuh
rumput subur untuk ternak2 sapi, kuda, domba,kambing.

Bila kita kaji, apakah jumlah kilometer dari Rel2 Kereta Api di Indonesia bertambah? Di Belanda kira2 25.000km jumlah panjang. Di Jerman 35.000km jumlah panjang. Sewaktu Belanda hengkang dari bumi Nusantara tahun 1950an, jumlahnya sekitar 5000km( lima ribu kilometer) 
Tidak tahu sekarang tahun 2008 ini berapa kilometer jumlah rel KA Republik Indonesia nan Digdaya ini.....

Saya terus terang heran, para ahli2 Insinyur2 dari yang katanya Universitas Negeri yang hebat2 seperti ITB, UGM 
itu ngapain aja sih? 
Kalau memang malu punya warisan Belanda, yaah bongkar
saja stasiun2, Istana2 Negara, Kantor2 di Jakarta, Pelabuhan2, jalan PANTURA  dan Jembatan2 ex Belanda itu.

Aneh bangsa ini...sok gengsi, tapi nggak bisa..Sok super, tapi dasarnya minder..Tapi memang ini semua akibat dari penjajahan ratusan tahun itu. Belanda memang menjajah
sampai ke ulu2 ati dan mendalam sekali. Terutama bagi
orang2 di Pulau Jawa.

salam dari Amsterdam

mbah karyomejo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca laporan diatas, saya semakin yakin bahwa bangsa kita,bangsa Indonesia ini sama sekali tidak mampu secara teknis untuk memperbaiki infra struktur teknis kereta api.</p>
<p>Di Belanda tidak akan mungkin, stasiun KA tenggelam permanen di rawa2. Mereka bisa secara teknis mengeringkan rawa2. Mereka bahkan membangun gedung2 diatas rawa2 yang sudah dikeringkan dengan membangun kanal2 dan parit2&#8230;Diatas bekas rawa tumbuh<br />
rumput subur untuk ternak2 sapi, kuda, domba,kambing.</p>
<p>Bila kita kaji, apakah jumlah kilometer dari Rel2 Kereta Api di Indonesia bertambah? Di Belanda kira2 25.000km jumlah panjang. Di Jerman 35.000km jumlah panjang. Sewaktu Belanda hengkang dari bumi Nusantara tahun 1950an, jumlahnya sekitar 5000km( lima ribu kilometer)<br />
Tidak tahu sekarang tahun 2008 ini berapa kilometer jumlah rel KA Republik Indonesia nan Digdaya ini&#8230;..</p>
<p>Saya terus terang heran, para ahli2 Insinyur2 dari yang katanya Universitas Negeri yang hebat2 seperti ITB, UGM<br />
itu ngapain aja sih?<br />
Kalau memang malu punya warisan Belanda, yaah bongkar<br />
saja stasiun2, Istana2 Negara, Kantor2 di Jakarta, Pelabuhan2, jalan PANTURA  dan Jembatan2 ex Belanda itu.</p>
<p>Aneh bangsa ini&#8230;sok gengsi, tapi nggak bisa..Sok super, tapi dasarnya minder..Tapi memang ini semua akibat dari penjajahan ratusan tahun itu. Belanda memang menjajah<br />
sampai ke ulu2 ati dan mendalam sekali. Terutama bagi<br />
orang2 di Pulau Jawa.</p>
<p>salam dari Amsterdam</p>
<p>mbah karyomejo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bowo</title>
		<link>http://fnhidayat.wordpress.com/2008/01/31/stasiun-kereta-api-pertama/#comment-33</link>
		<dc:creator>bowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 07:41:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fnhidayat.wordpress.com/?p=52#comment-33</guid>
		<description>wah, menarik sekali neh tentang kereta api.... kalau ada yg punya data2 tentang sejarah perkereta apian, terutama di solo, jangan sungkan2 untuk berbagi ke emailku ya ! ;)

solo itu unik, meski hanya kota kecil, tapi punya 4 stasiun besar. ada apa dibalik itu ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, menarik sekali neh tentang kereta api&#8230;. kalau ada yg punya data2 tentang sejarah perkereta apian, terutama di solo, jangan sungkan2 untuk berbagi ke emailku ya ! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>solo itu unik, meski hanya kota kecil, tapi punya 4 stasiun besar. ada apa dibalik itu ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
