Misteri terbelahnya bulan

Allah berfirman dalam surat Al-Qamar (54): 1-3:

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.

Kebanyakan para ahli tafsir berpendapat bahwa kejadian yang tersebut pada ayat pertama telah terjadi dan bulan telah terbelah dua pada masa Nabi Muhammad saw, lima tahun sebelum beliau hijrah. Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Ibnu Jarir dari Anas bin Malik bahwa penduduk Mekah meminta kepada Nabi Muhammad saw, agar mengemukakan suatu mukjizat sebagai bukti kerasulannya maka Allah memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah dua, sehingga mereka melihat “Jabal Nur” berada di antara dua belahan bulan tersebut.

Diriwayatkan pula dari sahih Bukhari, Muslim dan dari perawi-perawi hadis lainnya dari Ibnu Masud bahwa: “Bulan telah terbelah pada masa Nabi Muhammad saw, menjadi dua belah, sebelah berada di atas bukit dan yang lain berada di bawahnya, seraya Nabi Muhammad saw berseru: Saksikanlah!”.

Abu Daud dan Tayalisi meriwayatkan pula bahwa: “Telah terjadi pembelahan bulan pada masa Nabi Muhammad saw, maka orang-orang Quraisy berkata: Ini adalah sihir anak Abu Kabsyah”. Lalu seorang dari mereka berkata: Tunggulah dahulu berita yang dibawa oleh orang-orang musafir yang tiba karena Muhammad tak sanggup menyihir semua manusia”. Lalu tibalah orang-orang musafir membawa berita kejadian tersebut. Lalu dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan. “Lalu mereka bertanya kepada orang-orang musafir yang berdatangan dari semua penjuru; jawaban mereka: “Sungguh kami telah melihatnya”, lalu Allah menurunkan ayat ini: “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan”.

Foto-foto ini terlihat ada suatu retakan yang memanjang di bulan dan membentuk suatu garis uyang mengelilinginya. Hal itu menunjukkan bahwa bulan tersebut pernah terbelah dan kemudian disatukan lagi.

patahan di bulan Bulan penuh

 

Ini adalah suatu kisah nyata yang mendukung fakta tersebut.

Suatu hari di sebuah seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff di Wales, Inggris, awal tahun 2000-an. Hadir di situ Dr Zaglul An-Najjar, penulis buku Pembuktian Sains dalam Sunah. Seorang laki-laki berkebangsaan Inggris berdiri dan meminta izin untuk berbicara. Ia mengenalkan dirinya bernama David M Pidcock, seorang Muslim dan tengah memimpin sebuah organisasi Islam di negaranya.

Sebelumnya ia non-Muslim. Peristiwa keislamannya berawal ketika seorang sahabat Muslim meminjamkan Al-Qur’an kepadanya. Kebetulan saat itu ia tengan intens mempelajari agama-agama di dunia.

Pidcock mulai mempelajari halaman demi halaman Al-Qur’an hingga tiba pada Surat Al-Qomar: 1 – 2. Ia tak percaya isi surat itu. Maka ia langsung menutup Al-Qur’an dan meninggalkannya.

Allah rupanya berkehendak lain. Tak berapa lama kemudian ia menonton siaran televisi BBC. Seorang penyiar tengah mewancarai tiga astronom Amerika Serikat (AS) tentang aktivitas mendaratkan manusia ke bulan. Saat itu tahun 1978.

Sang penyiar mengkritik kebijakan pemerintah AS yang mengirim manusia ke bulan. Kebijakan itu telah menghabiskan biaya sekitar 100 juta dolar AS. Ini pemborosan. Bila dana tersebut diberikan kepada jutaan orang yang kelaparan akan jauh lebih berfaedah.

Para ilmuwan itu membela diri. Mereka mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah membuktikan satu fakta penting yang seandainya mereka mengeluarkan dan berkali-kali lipat dari dana itu untuk membuat manusia yakin dan menerima fakta tersebut, tetap tak ada seorang pun yang akan mempercayainya.

Si penyiar sontak bertanya, “Fakta apa itu?”

Para ilmuwan itu menjawab bahwa bulan pada masa dahulu kala pernah terbelah, kemudian melekat lagi. Bekas-bekas yang menunjukkan fakta ini sangat terlihat di permukaan bulan sampai ke dalam perut bulan.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

Subhanallah….

 

7 Tanggapan

  1. wah,cerita yg mengagumkan. . . .sayang belum tersebar luas…

  2. subhanallah..
    niscaya tersadarlah orang2 kafir dengan salah satu keagungan dan kebenaran islam..

  3. islam agama yg di ridhoi allah di dunia ini….
    islam takan bohong!!!!!

  4. sesungguhnya takdir terbelahnya bulan itu sangat membuka hati saya untuk selalu mendekat pada Nya

  5. boleh ya saya reposting ke blog saya…

    terimakasih…

  6. subhanallah.,ini lah kebenara al Qur’an yg mulia,dan bukti mukzijat nabi besar Muhammad SAW

  7. allah maha besar .apa yang tidak bisa dilakukan allh karna allah adalah sang pencipta,la kok hanya belah bulan menggulung dunia sangat mungkin tanpa diuragukan lagi. maha besar allah dalam segala sesuatu yang ada di tangannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: