Stasiun Kereta api pertama

Tahu nggak stasiun kereta api pertama di Indonesia? Ternyata stasiun kereta api pertama di Indonesia adalah stasiun tambaksari yang terletak di kelurahan Kemijen atau terletak di belakang kampungku di Semarang.

Menurut Wikipedia Indonesia, Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jum’at tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.

Tetapi menurut Semarang.loenpia.net, stasiun ini mulai dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 ditandai dengan pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Baron Sloet van de Beele. Sebagai penanggung jawab pengoperasian jalur ini pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij ( NIS ), yang kantor pusatnya sekarang dikenal dengan nama Gedung Lawang Sewu. Dan tepat pada tanggal 10 Agustus 1867 sebuah kereta api meluncur untuk pertama kalinya di stasiun Tambaksari. Merentang sepanjang 25 km dari Semarang ke Tanggung, melalui halte Alas Tuwo dan Brumbung.

stasiun-semarang.jpgLokasi stasiun Tambaksari ini terletak di kelurahan Kemijen, tepatnya di ujung jalan Ronggowarsito, sekitar satu kilometer dari Kota Lama dan tidak jauh dari pelabuhan. Keadaannya saat ini sungguh menyedihkan karena dikepung oleh rob (air laut pasang) sehingga kita hanya bisa melihatnya dari kejauhan saja. Dan stasiun ini sudah tidak difungsikan lagi.

Tapi menurut Republik blog, orang sekarang mengenalnya sebagai Stasiun Kemijen. Sekarang Stasiun itu bernama Stasiun Semarang Gudang. Untuk mencari stasiun itu sekarang barangkali baru bisa ketemu setelah menyelam ke tambak. Sebagian besar bagian gedung yang sudah berumur hampir 100 tahun itu ”beralih fungsi” menjadi rawa-rawa. Persis di badan gedung utama ditumbuhi alang-alang yang tingginya kurang lebih 0,5-1 meter.

Menurut Harian Kompas tanggal 13 Agustus 2007, Stasiun Kemijen, tempat peletakan batu pertama pembuatan jalur KA pada 17 Juni 1864 kini tinggal menyisakan rel-rel tua yang sudah berkarat. Bangunan stasiun yang kini menjadi tambak dan tergenang rob itu sudah dihancurkan pada tahun 1990-an.

Yang masih jadi pertanyaan saya adalah dimana sebenarnya lokasi yang tepat dari stasiun yang dibangun tahun 1864 itu. Semarang gudang atau bangunan kecil di sebelah utara pertamina kira-kira dipisahkan oleh 3 rel sepur. Aku masih ingat, dulu waktu masih kecil aku sering mancing dan main sepur-sepuran dengan naik sepur tangki pertamina yang langsir. Ada bangunan kecil bertingkat kurang lebih 30m² terbuat dari kayu berkerangka besi dengan tulisan Kemijen. Aku mengira dulu itu adalah stasiun kemijen. Kalau Semarang Gudang itu suatu bangunan besar dengan tembok, dan memang mirip bangunan stasiun tinggalan Belanda. Tetapi waktu itu paling takut sekali ke situ karena banyak dipakai oleh perempuan-perempuan nakal untuk berbuat mesum di situ dan juga dipakai tempat mancing.

Dulu waktu aku masih tinggal di Semarang jalur kereta api itu masih difungsikan untuk angkutan jalur Semarang-Demak yang berangkat jam 11 siang dan mulai dihentikan operasionalnya tahun 1986. Tetapi menurut Suara Merdeka, jalur ini dulunya adalah jalur Semarang-Kudus dan kampungku (Purnasari, yang dulu disebut kampung damai) menjadi lintasan orang untuk naik dan turun dari jalur itu.

9 Tanggapan

  1. wah, menarik sekali neh tentang kereta api…. kalau ada yg punya data2 tentang sejarah perkereta apian, terutama di solo, jangan sungkan2 untuk berbagi ke emailku ya !😉

    solo itu unik, meski hanya kota kecil, tapi punya 4 stasiun besar. ada apa dibalik itu ??

  2. Membaca laporan diatas, saya semakin yakin bahwa bangsa kita,bangsa Indonesia ini sama sekali tidak mampu secara teknis untuk memperbaiki infra struktur teknis kereta api.

    Di Belanda tidak akan mungkin, stasiun KA tenggelam permanen di rawa2. Mereka bisa secara teknis mengeringkan rawa2. Mereka bahkan membangun gedung2 diatas rawa2 yang sudah dikeringkan dengan membangun kanal2 dan parit2…Diatas bekas rawa tumbuh
    rumput subur untuk ternak2 sapi, kuda, domba,kambing.

    Bila kita kaji, apakah jumlah kilometer dari Rel2 Kereta Api di Indonesia bertambah? Di Belanda kira2 25.000km jumlah panjang. Di Jerman 35.000km jumlah panjang. Sewaktu Belanda hengkang dari bumi Nusantara tahun 1950an, jumlahnya sekitar 5000km( lima ribu kilometer)
    Tidak tahu sekarang tahun 2008 ini berapa kilometer jumlah rel KA Republik Indonesia nan Digdaya ini…..

    Saya terus terang heran, para ahli2 Insinyur2 dari yang katanya Universitas Negeri yang hebat2 seperti ITB, UGM
    itu ngapain aja sih?
    Kalau memang malu punya warisan Belanda, yaah bongkar
    saja stasiun2, Istana2 Negara, Kantor2 di Jakarta, Pelabuhan2, jalan PANTURA dan Jembatan2 ex Belanda itu.

    Aneh bangsa ini…sok gengsi, tapi nggak bisa..Sok super, tapi dasarnya minder..Tapi memang ini semua akibat dari penjajahan ratusan tahun itu. Belanda memang menjajah
    sampai ke ulu2 ati dan mendalam sekali. Terutama bagi
    orang2 di Pulau Jawa.

    salam dari Amsterdam

    mbah karyomejo

  3. Kemijen itu letaknya memang dekat dengan Semarang Gudang namun agak ke Selatan. Kemijen itu memang arah rel dari Tawang menuju ke Demak

  4. terus bagaimana dengan info yang menyebutkan kalo pemberangkatan KA pertama di Indonesia dari semarang menuju tanggung lewat alas tuwa-brumbung?

    tu `kan bagian dari jalur semarang- yogyakarta/solo sedangkan stasiun kemijen berada di jalur semarang-demak…

    kalau dulu khan relnya yang dari semarang masih satu. Cuma perlu di identifikasi rel mana yang paling awal.
    tapi kalau lihat relnya yang sekarang tersisa. Kalau stasiun kemijen dulu adalah semarang gudang yang sekarang maka rel itu adalah rel yang ke jurusan Surabaya atau Solo. Berpisahnya di stasiun Brumbung. Tetapi kalau stasiun yang pertama adalah stasiun kecil yang saya sebut dengan bangunan kecil di sebelah utara pertamina, maka dari stasiun ini dapat bercabang ke rel yang ke demak maupun yang ke solo/surabaya. Rel inilah yang masih dipakai oleh sepur tangki pertamina yang membawa minyak ke stasiun tawang. Sekarang aku juga nggak tahu apa sepur tangki pertamina masih berfungsi. Lihat google map untuk jelasnya dan search “purnasari raya”

  5. menurut sejarah perkeretaapian yang resmi dianut oleh kerajaan PT KAI, stasiun pertama ya tanggung. Jurusan Tanggung – semarang. Tapi yang dibangun pertama sih tanggung. Nah, tanggung itu, 1 km dari desaku yang namanya sugihmanik, 40 km dari purwodadi grobogan. Kebetulan saya dulu di konsultan transportasi yang sering meneliti perkeretaapian. Kalo orang PT KAI nanya kampung halamanku dan dijawab tanggung, mereka pasti bilang, itu stasiun kereta api pertama.
    Masalah anak ITB sih, mereka sih tetap hebat. Bukan karena saya salah satu alumni situ lho, karena kenyataannya emang gitu. Kalo masalah semuanya mangkrak, tanya saja sama pengambil kebijakan di negeri tercinta ini. Dan kenapa perkeretaapian ekonomi begitu kembang kempis, tanya juga pada masyarakat kita, jika gerbong kapasitas 64 penumpang terisi 100 orang lebih, kira-kira berapa orang yang bayar tiket? Kok bisa begitu? Tanya aja sama pak kondekturnya. Kalo pemerintah tidak berpihak, tanya aja sama rumput yang bergoyang…….
    Jadi, jangan cuman salahin anak ITB dung, kasihan amat.

  6. Sekilas yang saya ingat tentang stasiun kemijen Karena dulu waktu saya SD sering main di stasiun ini.

    Stasiun ini punya semacam bangunan yang di sangga besi di mana diatasnya ada banyak handle yang berguna untuk menarik kawat memindahkan posisi rel kereta.untuk masuk ke bangunan ini ada tangga yang terbuat dari kayu dengan landasan juga dari besi.Disamping bangunan ini ada gedung yang berfungsi untuk kantor pegawai langsir dari depo minyak pertamina.Dulu ada banyak bekas gerbong penumpang tua yang sudah rusak parah..sebagian di huni para gelandangan.Stasiun ini terakhir menjadi stasiun penumpang untuk tujuan semarang – purwodadi via demak.Sekarang stasiun ini sudah tidak ada bekasnya sama sekali bahkan stasiun semarang gudang juga sudah hilang,jalur rel sudah banyak yang di copoti termasuk jalur rel pengambilan minyak dari depo pertamina dan ke depo kereta semarang.hiks.. cuma bisa mengenang aja…

  7. Saya sedang mengumpul bahan mengenai Kemijen-Tangung PP. Ada yang bilang Kemijen stasiun KA pertama, tapi belum lama ini seorang ahli mengatakan gagal mendapatkan bukti-bukti/ peninggalan. Biar begitu saya berusaha terus mengumpul bahan…., siapa tahu di antara ada yang mau turut serta.

  8. aku salah satu pecinta KA.kalau ada yamg punya pernak pernik atau segala sesuatu tentang KA n sejarahnya,tolong berbagi di alamat emailku ya.aku tunggu lho,suwun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: